Rabu, 04 Mei 2011

Mempelajari Kasih dan Sayang Allah dari sebuah kisah

           Mata saya sedikit menyempit saat membaca sebuah kisah menarik dalam buku "Asmaul Husna Effects", Bab yang di bahas disini adalah Allah Maha Pengasih dan Maha Penyayang. Demikian sebuah kisah yang saya kutip :
"Alkisah, di sebuah negara Afrika terjadi perang saudara yang merenggut puluhan ribu nyawa.  Peperangan ini tidak saja menyisakan duka yang mendalam, tetapi juga meninggalkan kepedihan yang berkepanjangan.  Inilah yang dialami sebuah keluarga saat desanya diluluhlantakkan.  Sang anak harus rela melihat ayahnya dibunuh dan sang ibu pun diperkosa di depan matanya.  Setelah itu, kedua tangan sang ibu dipotong.  Kemudian dengan tanpa perasaan, tangan sang anak pun di potong.  Hanya atas karunia Allah, mereka tidak meninggal.
Setelah kejadian yang sangat cepat itu berlalu, seluruh sudut desa dibakar hingga tidak menyisakan rumah satu pun.  Semua penduduk tewas kecuali mereka berdua.  Demi menyelamatkan diri dan anaknya, dengan tangan terputus dan masih mengeluarkan darah, sang ibu berusaha menggendong anaknya dari tempat itu.  Sambil menahan rasa sakit yang luar biasa, ia berjalan.  Setelah beberapa hari, tibalah keduanya di sebuah desa yang cukup besar.  Perjuangan mereka tidak sia-sia, penduduk di desa tersebut membawa mereka ke sebuah klinik dan akhirnya nyawa mereka terselamatkan.
Apa yang menyebabkan sang ibu mampu berjalan sejauh itu? padahal , ia harus menggendong anaknya dalam kondisi yang tidak normal.  Tangannya terputus dan darahnya masih keluar, yang tentu saja sakitnya tidak terperikan.  Kekuatan apa yang mendorong sang ibu melakukan hal yang di luar nalar itu? Kekuatan itu adalan kekuatan cinta.  Atas dasar kasih sayanglah, sang ibu rela berjalan jauh demi menyelamatkan anaknya.
Kisah senada pernah diungkapkan pula oleh Rasulullah saw. Pernah, suatu hari Rasulullah bersama para sahabat dalam perjalanan kembali dari perang melihat seorang ibu lari menyeruak ke tengah-tengah bekas pertempuran.  Ia gelisah, wajahnya menyimpan kekhawatiran yang mendalam.  ia sedang mencari putranya. Ia berlari dihadang debu yang beterbangan disapu angin.
Akhirnya, ia menemukan putranya tersebut.  Didekapnya sang putra penuh kerinduan bercampur kecemasan. Diberinyalah air susu.  Matahari menyengat panas mengenai kulit anak itu.  Dengan perlahan, ibu tersebut menggerakkan tubuhnya, dihadangnya sengatan matahari itu dengan punggungnya.  Rasulullah menyaksikan kejadian itu lalu berkata kepada sahabat yang lain, "Lihat, betapa sayangnya ibu itu kepada anaknya.  Mungkinkah ibu itu melemparkan anaknya ke api neraka?" Para sahabat menjawab,"Tidak mungkin, ya, Rasulullah." Lalu, Rasulullah berkata,"Kasih sayang Allah jauh lebih besar daripada kasih sayang ibu itu."
Sebuah kisah yang mampu menjadi pelajaran sangat berharga tentang Allah Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang,  semoga karunia Allah kepada kita akan sifat kasih dan sayang dalam diri kita dan tentunya kekuatan untuk mampu mengaplikasikan dengan baik pada kehidupan kita sehari-hari demi mencapai kebahagiaan dunia wal akhirat. 


Berbagi ayat

Sungguh indah Islam itu, dimana mengajarkan kita untuk saling mengingatkan. Sampaikanlah kebaikan itu, walaupun hanya satu ayat (Al-hadist).  Teringat dengan hal tersebut sering terfikir ... "apakah aku sudah mengamalkannya??".  Itu adalah sebuah pertanyaan yang masih cukup ringan walaupun berakhir pada sebuah tanggung jawab besar akan ilmu yang telah Allah curahkan dalam kehidupan ini.  Ada sebuah pertanyaan yang lebih membuat saya benar-benar seakan tidak percaya bahwa akan ada yang bertanya seperti ini kepada saya dan muncul dari sebuah obrolan ringan bersama kawan saya.  Suatu ketika saya sedang mengobrol ringan dan ketika menjurus pada keislaman kami , dia tiba-tiba dengan santai melontarkan kata-kata demikian :
"Sungguh beruntung karena kamu telah dilahirkan dalam sebuah keluarga islam, dimana orang tua dan orang disekitarmu adalah dalam keislaman.  Dan dengan mudah kamu bisa belajar dan mengenyam keindahan islam sejak kecil.  Lalu apakah kamu sudah berbagi keindahan itu dengan orang lain ? atau ringkasnya Berapa orang yang sudah kamu islam kan ??"
Ngek ngok, saya kaget luar biasa, saya mau jawab apa kata-kata ini.  Seketika bulu kuduk merinding dan berusaha mencerna kata-kata itu dengan baik dan jelas.  Hal seperti ini yang jika saya ingat saya selalu malu dengan diri sendiri namun bisa juga membangkitkan spirit keimanan dan spirit ketaqwaan pada Allah SWT. 
... ...
Sampai akhirnya saat ini saya selalu merasakan hal yang sama saat mengingat hal tersebut.  Subhanallah saya selalu bersyukur untuk hal ini, untuk ingatan akan hal hal semacam ini.
Saat saya menulis ini disamping saya sedang tergeletak buku  "Asmaul Husna Effect's" , sebagian besar pembaca tentu sudah pernah atau bahkan banyak yang memiliki buku ini.  Dan bagi yang belum , maka saya yakin bisa membayangkan seperti apa isinya.  Banyak hal menarik dan mendidik sekali,  mulai dari pemahaman tentang Asmaul Husna, hingga sifat-sifat Mulia Allah yang lainnya.  Disertai dengan cerita cerita yang menarik dan mendidik pula.  Buku ini hasil karangan dari  Sulaiman Abdurrahim & Abu Fawwaz    yang tersebar di berbagai toko buku dan Gramedia.  Akhirnya saya sedikit terfikir  untuk mulai berbagi sebagian hal yang saya rasa menarik dan berguna.  Beberapa kutipan akan saya sertakan pada posting-posting berikutnya. 
Semoga akan memberi manfaat bagi kita semua dan menjadikan keimanan ini semakin tebal dan kokoh tertanam dalam kehidupan kita.  amin amin 

Rabu, 20 April 2011

Kunjungi Juga



Sebelumnya terima kasih sudah menengok ke Halaman saya ini.  Di posting ke dua ini saya masih bingung, ... .  Dan maka dari itu iseng-iseng saya mempersilahkan Anda yang terhormat untuk menengok juga ke Halaman yang lain di www.facebook.com/kangmilo , mari lebih berkenalan.  Mohon maaf kiranya saat Anda yang terhormat menengok dan ada banyak perubahan dari yang tertampil diatas. heuheu :)

Selasa, 19 April 2011

Kenapa "Corak Corek Sujono"

Photobucket
Ini adalah postingan pertama di blog ini, hal pertama yang ingin saya jadikan postingan pertama adalah mengapa saya memberi judul "corak corek Sujono". Jujur ini bukan hal yang penting untuk pembaca sekalian.  Hanya saja apalah daya saya sendiri bingung mau mem-posting apaan untuk pertama kalinya. Semoga saja pada postingan berikutnya akan lebih berisi , dan berilmu. Amin amin amin :)
Sujono jelas diambil dari nama saya sendiri yang bisa dilihat noh di profil ...
kalo corak corek ya jelas karena saya ini ndak jelas, makanya saya kasih judul corak corek.  Namun berawal dari sinilah semoga yang berawal dari corak corek ini akan menjadi baik dan lebih baik lagi untuk selanjutnya.